


(dari kiri : I Made Suarja (Ketua Pemuda Hindu Lampung), M. Aqil Irham (Ketua GP Ansor Lampung), Al-Muzammil Yusuf (Anggota DPR-RI), dr. H. Ahmad Farich (Kepala Dinas Sosial Mewakili Gubernur), H. Sya'roni Ma'sum (KaKanwil Agama Prov. Lampung (sedang membacakan puisi)) dan Pendeta Reva Natigor (PGI Lampung)
Bandar Lampung. Peduli dengan penderitaan rakyat Palestina, berbagai tokoh lintas agama hadir dan membacakan puisi dalam acara Lomba Puisi Pelajar dan Mahasiswa dengan tema Ansor Save Palestine yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Ansor Lampung, Sabtu, 7 Februari 2009 di Plaza Lotus Bandar Lampung.
Dalam sambutanya, Ketua GP Ansor Lampung, Drs. Muhammad Aqil Irham, M.Si mengemukakan bahwa apa yang terjadi di Palestina adalah tragedi kemanusiaan yang paling memprihatinkan pada abad ke-21, dan menjadi keprihatinan umat manusia di seluruh dunia. Konflik-Israel-Palestina adalah konflik yang telah berlangsung sangat panjang dan merupakan permasalahan yang kompleks. Wilayah Israel-Palestina merupakan tanah yang menjadi asal usul tiga agama besar dunia, Yahudi, Nasrani dan Islam yang memiliki sejarah peradaban yang sangat tua dan penting. Oleh karenanya hendaknya penyelesaian masalah Israel-Palestina dapat diselesaikan secara damai, karena semua agama mengajarkan cinta damai. Menurutnya, puisi dan sastra salah satu artikulasi nurani untuk melakukan kontrol atas problem-problem kemanusiaan, seperti tragedi yang terjadi di Palestina.
Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial dr. H. Muhammad Farich mengemukakan bahwa apa yang terjadi di Palestina hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kekerasan bukanlah jalan untuk mewujudkan perdamaian, menegakkan kebenaran dan menyelesaikan masalah. Upaya perdamaian hendaklah ditempuh dengan cara damai melalui meja perundingan yang melibatkan pihak-pihak yang terkait.
Dalam acara tersebut turut hadir dan membacakan puisi beberapa tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat antara lain Al-Muzammil Yusuf (Anggota DPR-RI), Drs. H. Sya’roni Ma’sum (Kakanwil Departemen Agama Provinsi Lampung), Pdt. Reva Natigor, I Made Suarjaya, SH (Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu Lampung), H. Dayat Sutan Sati (tokoh masyarakat), Isbedy Stiawan (penyair), Saiful Irba Tanpaka (penyair), dan Maskut Candranegara (Wasekjen PP GP Ansor).Ketua Panitia Yusrizal Karana mengemukakan bahwa sebagian besar yang mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh GP Ansor bekerjasama dengan Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan Lampung Post ini adalah penyair pemula sehingga belum dapat tampil maksimal, sehingga juara-juara yang tampil adalah peserta-peserta yang sudah lama aktif di UKM dan kegiatan kepenyairan.
Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung dalam sambutan tertulisnya yang diwaliki oleh sekretaris Dewan Kesenian Lampung, Harry Jayaningrat mengatakan bahwa puisi adalah media yang universal dan dapat mengungkapkan perasaan dan persitiwa dengan kedalaman dan kejernihan. Ia juga mengungkapkan apresiasinya terahadap Gerakan Pemuda Ansor yang telah mampu menyelengarakan acara ini dengan baik.
Dalam Lomba yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa se Lampung itu, dengan Dewan Juri Isbedy Stiawan, Saiful Irba Tanpaka dan Yusrizal Karana, tampil sebagai Juara Umum I Fitriyani, Juara Umum II Agit Yoga Subandi, Juara Umum III Yesi Arnita. Untuk Kategori Puisi Terbaik I Didi Arsandi, Puisi Terbaik II Ida Munfarida, dan puisi Terbaik III Bayu Setiawan. Untuk kategori penampilan terbaik adalah Nining Suryani, kedua Zaza Pregina, dan ketiga Amelia. Sedangkan Juara Favorit I adalah V. Febriyanti Junaidi, Favorit II Kadek Mela W, dan Juara Favorit III Brigis Wulandari.
Dalam kesempatan tersebut, Gerakan Pemuda Ansor juga mengumpulkan tanda-tangan tokoh dan masyarakat Lampung sebagai bentuk dukungan untuk rakyat Palestina. Dari para undangan, peserta dan pengunjung Plaza Lotus terkumpul 1500 tanda tangan dalam kain putih ukuran 4 X 3 meter. Menurut Ketua Panitia, tanda tangan tersebut nantinya akan dipasang di seputar tugu Adipura agar dapat dilihat oleh masyarakat Lampung.
Disamping itu, di seputar arena lomba, ditampilkan pameran foto korban tragedi Palestina dan Pemutaran Video kekejaman di Palestina yang merupakan sumbangan Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Dalam lomba yang dipandu oleh host dari Radio Star FM dan Tegar TV tesebut diselingi dengan kuis dan games serta doorprize.